Centre for Strategic and International Studies (CSIS) is Indonesia's oldest and leading think tank focusing on strategic political, security & economic affairs.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga tantangan bagi pencapaian target iklim, keberlanjutan ekosistem, serta kesehatan dan aktivitas perekonomian masyarakat.
Karhutla yang berulang dapat menghambat regenerasi hutan, merusak keanekaragaman hayati, dan meningkatkan risiko bencana. Penanganannya tidak cukup dengan mengandalkan pemadaman dan restorasi hutan, tetapi perlu disertai tata kelola penggunaan lahan yang lebih baik, penegakan hukum, serta koordinasi dan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan negara-negara tetangga.
Lalu, bagaimana Indonesia dapat memperkuat penanganan karhutla secara efektif dan berkelanjutan?
Simak pandangan Via Azlia Widiyadi, Peneliti, Climate Policy Research Unit, CSIS melalui video berikut ini 🍃
#CSISIndonesia#NalarAjarTerusanBudi
Southeast Asia is starting to put a price on carbon.
But the bigger question is: can different national carbon pricing systems work together?
Our new CSIS GIP ASEAN study looks at what that could mean for Southeast Asia.
The research identifies three priorities for Southeast Asia:
Build interoperable carbon market infrastructure.
Strengthen institutional coordination.
Connect carbon pricing with Article 6, trade and sustainable finance.
Southeast Asia does not need one carbon price.
It needs carbon pricing systems that can work with one another.
That interoperability could help the region decarbonise, protect market access and mobilise transition finance.
Read the full CSIS GIP ASEAN study: csis.or.id/P/CarbonPricing#CSISIndonesia#GIPASEAN#CarbonPricing
Indonesia has introduced a series of capital market reforms to improve transparency and restore investor confidence. Measures include expanded shareholding disclosures, more detailed investor classifications, and plans to increase minimum free float requirements.
However, these reforms have yet to fully address persistent structural weaknesses, including concentrated share ownership, limited institutional investor demand, and uneven market liquidity. Continued concerns over suspected coordinated trading and inconsistent enforcement also undermine confidence in the market.
Restoring credibility requires more than tighter disclosure rules. Regulators must demonstrate consistent enforcement, strengthen market integrity, and adopt a more differentiated approach to securities with varying investment characteristics. Indonesia must also deepen its capital market to ensure that reforms translate into lasting improvements in investor confidence.
📣 “Better disclosure cannot substitute for credible action against misconduct.”
📚 Read the insight from Deni Friawan, Senior Researcher, Department of Economics, CSIS at csis.or.id/A/MarketShock#CSISIndonesia#NalarAjarTerusanBudi
Carbon pricing in Southeast Asia, from research to dialogue.
On 5 October 2026, the GIP ASEAN Chapter, CSIS Indonesia, and UIII launched The Emerging Carbon Pricing Landscape in Southeast Asia as part of the ISF 2026 Pre-Event.
Watch the discussion highlights and explore the research report, “The Emerging Carbon Pricing Landscape in Southeast Asia”
#CSISIndonesia#GIPASEAN#ISF2026#NalarAjarTerusanBudi
Revisi UU Pemilu bukan sekadar mengubah aturan. Pertanyaan utamanya adalah apakah perubahan tersebut dapat meningkatkan kualitas pemilu, representasi, kesetaraan, dan kompetisi politik, sekaligus tetap relevan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Data koalisi Pilkada juga menunjukkan bahwa koalisi nasional tidak selalu linear dengan koalisi daerah. Dinamika politik lokal dan aktor daerah tetap menjadi faktor yang lebih menentukan.
Pada akhirnya, reformasi sistem pemilu selalu mengandung trade-off. Tantangannya bukan mencari sistem yang sempurna, melainkan merumuskan kebijakan yang mampu menyeimbangkan representasi, efektivitas pemerintahan, akuntabilitas, dan kompetisi politik yang adil. Full analysis by Arya Fernandes, CSIS Indonesia. #CSISIndonesia#NalarAjarTerusanBudi